PASAMAN BARAT – Pemkab Pasaman Barat, Sumatera Barat, menetapkan 14 hari tanggap darurat terkait bencana banjir yang telah merusak 13 rumah pada Senin (9/10/2017).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Try Wahluyo juga mengingatkan warga Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan waspada banjir susulan dari Sungai Batahan.
Ia mengajak warga yang berdomisili di tepi Sungai Batahan agar untuk sementara pindah ke tempat yang lebih aman, misalnya ke rumah kaum kerabat yang jauh dari aliran sungai. “Kami juga menyediakan tenda sebagai hunian sementara bagi korban banjir,” tambahnya, dikutip Antara.
Pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum juga membuat saluran pembagi air di dekat sungai itu agar luapan air tidak menerjang rumah dan pemukiman warga.
Akibat banjir Senin kemarin sekitar 13 unit rumah warga roboh dan rusak. Warga yang rumahnya rusak terpaksa pindah ketempat yang lebih aman.
Hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir itu. Namun akibat banjir, rumah rusak dan lahan pertanian juga ada yang terendam air.
Banjir yang melanda Jorong Kampung Baru Nagari Batahan itu disebabkan hujan lebat yang melanda daerah itu sejak Minggu (8/10/2017) sore.
Hujan yang tidak henti-hentinya maka pada Seninpagi banjir datang tiba-tiba dan merendam rumah warga dengan ketinggian air sekitar satu meter.





