Pasca Turunkan Penumpang Secara Paksa, United Airlines Diserang Netizen

FILE - In this Sept. 8, 2015, file photo, a United Airlines passenger plane lands at Newark Liberty International Airport in Newark, N.J. United said on Monday, March 27, 2017, that regular-paying fliers are welcome to wear leggings aboard its flights, even though two teenage girls were barred by a gate agent from boarding a flight from Denver to Minneapolis Sunday because of their attire. (AP Photo/Mel Evans, File)

CHICAGO (KBK) Setelah insiden penurunan penumpang secara paksa dari United Airlines, Ahad lalu, perusahaan tersebut menerima banyak kritik di media sosial.

Perusahaan penerbangan itu membela diri dengan mengatakan, karyawan mereka tidak punya pilihan selain mengeluarkan orang itu setelah ia menolak untuk memberikan tempat duduknya pada penerbangan menuju Louisville, Kentucky, dari Chicago pada hari Ahad.

Maskapai ini tampaknya berusaha memberikan kesempatan pada empat karyawannya untuk turut terbang ke Louisville, Kentucky.

Sikap perusahaan yang memaksa penumpang keluar dari pesawat itu menimbulkan kemarahan netizen di media sosial. Sejak Ahad maskapai penerbangan United menjadi trending topik di platform media sosial seperti Twitter, Facebook dan Google. Kejadian ini merupakan insiden kedua, setelah sebelumnya, akhir Maret 2017 lalu, dimana dua gadis remaja ditolak naik pesawat menuju Denver karena mereka mengenakan legging.

Waktu itu, maskapai ini membela diri dengan mengatakan gadis-gadis itu terbang melewati batas yang seharusnya, mereka harus mematuhi kode etik berpakaian dengan imbalan perjalanan gratis atau diskon.

Seperti dilansir Indian Express, CEO Perusahaan Holding United Airlines, Oscar Munoz telah melihat video anak buahnya saat mengeluarkan penumpang itu. Ia berpendapat, dari seluruh rangkaian video itu sangat ‘menjengkelkan’ dan ia meminta maaf atas pelanggan ini.

Advertisement