Pasukan Israel Tangkap 23 Warga Palestina, Termasuk Tiga Anak

Ilustrasi

YERUSALE – Pasukan Israel menahan 23 warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, dari Yerusalem yang diduduki dan Tepi Barat, pada Senin (25/11/2019).

Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) mengatakan polisi Israel menggerebek lingkungan Yerusalem Timur, Issawiyeh pada  tengah malam, membobol rumah-rumah dan menahan setidaknya 10 warga Palestina, termasuk seorang anak.

Selama beberapa bulan terakhir, Issawiyeh, sebuah desa Palestina dengan sekitar 20.000 orang, menghadapi peningkatan pelecehan dan penggerebekan polisi yang telah mengganggu kehidupan sehari-hari di lingkungan itu.

Sementara itu, PPS mengatakan bahwa tiga warga Palestina, termasuk seorang remaja berusia 17 tahun, ditahan dari distrik Hebron di Tepi Barat selatan.

Di distrik Betlehem, tentara menahan tiga warga Palestina, termasuk dua dalam serangan militer Israel di kamp pengungsi al-Azzeh, di utara kota Betlehem, salah satunya seorang bocah lelaki berusia 14 tahun.

Di Tepi Barat utara, militer Israel menyerbu kota Anabta, sebelah timur kota Tulkarm, tempat tentara menahan seorang Palestina, seperti yang dilaporkan dalam pernyataan PPS.

PPS menambahkan bahwa serangan militer Israel yang serupa dilakukan di kota Attil, timur laut Tulkarm, yang mengakibatkan penahanan terhadap pria lain.

Di distrik Ramallah, pasukan Israel menangkap dua warga Palestina setelah menggeledah rumah mereka di kota Kobar, utara kota.

Selama konfrontasi berikutnya, tentara menembaki anak-anak muda setempat yang memprotes serangan itu.

Selain itu, PPS mengkonfirmasi bahwa seorang warga Palestina berusia 13 tahun ditahan dari kamp pengungsi Aqbat Jabr, barat daya Jericho.

Dua warga Palestina lainnya ditangkap di kota Tammun, selatan kota Tubas di Lembah Yordania utara, demikian dilaporkan Wafa.

Advertisement