PBB Desak Penyelidikan Serangan Rusia di Idlib yang Tewaskan 44 Orang

Ilustrasi Serangan udara Rusia di Idlib/ AA

JENEWA – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan penyelidikan serangan udara yang diyakini dilakukan oleh jet Rusia di Suriah, menewaskan puluhan termasuk anak-anak.

Serangan udara pada malam 7 hingga 8 Juni menargetkan desa Zardana di provinsi Idlib dan menewaskan 44 orang termasuk enam anak-anak, seperti dilaporkan  Observatorium Suriah untuk HAM yang berbasis di Inggris

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP, Guterres menyatakan “keprihatinan mendalam” tentang serangan  dan menyerukan “penyelidikan penuh terhadap serangan itu, terutama dugaan bahwa ada juga serangan kedua yang menargetkan penanggap pertama, untuk membangun akuntabilitas.”

Dia ingat bahwa Idlib adalah bagian dari perjanjian de-eskalasi untuk Suriah yang dicapai antara Turki, Rusia dan Iran dan mendesak para penjamin untuk menegakkan komitmen mereka.

Sebagian besar provinsi Idlib dipegang oleh berbagai kelompok ekstremis dengan hanya bagian yang dikontrol oleh pemerintah yang didukung Rusia.

Karena Rusia melakukan intervensi dalam dukungannya pada tahun 2015, pemerintah telah menguasai kembali sekitar setengah dari negara tersebut.

Lebih dari 350.000 orang tewas dalam perang Suriah sejak dimulai pada 2011 dengan penindasan brutal terhadap protes anti-pemerintah.

Advertisement