New York – Sampai Maret ini PBB sudah menyalurkan bantuan pangan untuk 114.000 orang di seluruh empat lokasi di wilayah Mayendit.
Hal itu dilakukan sejak kelaparan diumumkan pada 20 Februari lalu di beberapa bagian Sudan Selatan.
PBB juga telah mengirim makanan untuk hampir 25.500 orang di dua lokasi di wilayah Koch. Saat ini, tiga tim tanggap-darurat dikerahkan ke seluruh wilayah Leer untuk mengirim makanan buat hampir 48.500 orang, dan pengiriman bantuan lain direncanakan ke Koch dan Panyiajar dalam beberapa hari kedepan.
“Pada saat yang sama, saat bantuan makanan telah ditingkatkan, beberapa tim telah dikerahkan ke enam wilayah penting untuk melakukan intervensi penting dalam perlindungan anak, kebersihan dan kesehatan, air, kesehatan, gizi,” kata Juru Bicara PBB Stephane Dujarric di Markas Besar PBB, New York, AS, Rabu (1/3) seperti dilansir Xinhua.
Selain itu terkait medis, PBB juga telah memberikan vaksinasi penyakit kolera.”Vaksinasi kolera disiapkan di Leer, Mayendit dan Panyiajar,” kata Juru Bicara PBB tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua.
Pengumuman resmi tersebut dikeluarkan kan setelah rakyat sudah mulai meninggal akibat kelaparan.
Tiga tahun perang saudara telah berkecamuk di negara yang kaya akan minyak tersebut setelah Sudan Selatan memperoleh kemerdekaan dari Sudan pada akhir salah satu konflik yang berkecamuk paling lama di Afrika.
Seperti diketahui, kerusuhan mulai meningkat sejak Juli 2016 lalu. Dan hal ini makin menghancurkan produksi pangan, termasuk daerah yang sebelumnya stabil.




