MYANMAR (KBK) – Muslim Rohingya, Myanmar sudah menjadi korban kejahatan terhadap kemanusiaan, ungkap lembaga HAM PBB.
Mantan Sekjen PBB Kofi Annan berkunjung ke negara itu dan akan melakukan perjalanan ke wilayah konflik, Rakhine.
Di kawasan itu, tentara Myanmar telah melakukan tindakan keras berdarah. Negara bagian itu dihuni ribuan warga minoritas Muslim, kini mereka telah membanjiri perbatasan Bangladesh sejak awal bulan ini. Mereka mengaku mendapat perlakuan mengerikan seperti pemerkosaan, penyiksaan dan pembunuhan oleh aparat keamanan.
Sekitar 30.000 orang meninggalkan rumah dan dari pengamatan satelit Citra, terlihat oleh Human Rights Watch bahwa ratusan bangunan di desa-desa Rohingya telah rata dengan tanah.
Myanmar membantah tuduhan melakukan pelecehan, mereka mengatakan sedang memburu teroris yang berada di belakang serangan pada pos polisi bulan lalu.
Pemerintah Myanmar telah mengecam laporan media bahwa sudah terjadi perkosaan dan pembunuhan yang menyebabkan seorang pejabat dari Bangladesh melakukan protes ke PBB dengan mengatakan negara Myanmar sudah melakukan “pembersihan etnis Rohingya”.
Wartawan Al Jazeera, Florence Looi, melaporkan dari sebuah kamp untuk pengungsi di Myanmar, Sittwe. Di sana, peneliti hak asasi manusia dan wartawan telah diblokir untuk masuk ke daerah di mana pembantaian diduga telah terjadi.
Pada hari Selasa, badan hak asasi manusia PBB mengatakan, kejadian di Rohingya sama saja dengan kejahatan terhadap kemanusiaan, mengulangi apa yang sudah disampaikan pada laporan bulan Juni 2016.





