PBB Sesalkan Rezim Suriah Kembali Serang Idlib

Ilustrasi Serangan di Idlib, 8 September 2018/ Anadolu

JENEWA – Komisaris tinggi hak asasi manusia PBB menyatakan keprihatinannya atas agresi rezim Suriah dan sekutunya, yang menargetkan fasilitas publik di kota Idlib di barat laut.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet mengatakan kepada anggota UNHRC bahwa 200.000 orang telah mengungsi karena bentrokan yang sedang berlangsung di Idlib.

“Peningkatan eskalasi militer baru-baru ini dan terus-menerus di Suriah,  di Idlib dan kota Aleppo barat, sangat memprihatinkan. Kantor [UNHRC] telah menerima laporan ratusan korban sipil yang sedang berlangsung dan perusakan infrastruktur sipil, termasuk rumah sakit dan sekolah,” ujarnya, dilansir anadolu, Senin (24/6/2019).

Bachelet, seorang politikus yang menjabat sebagai Presiden Chili dari 2006 hingga 2010, mengatakan rezim Suriah menindak demonstran dengan tingkat keparahan yang tak terduga pada awal 2011 dan telah memicu perang saudara, yang menyebabkan kematian ratusan ribu orang.

Turki dan Rusia September lalu sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi. Tetapi rezim secara konsisten melanggar ketentuan gencatan senjata dan meluncurkan serangan baru di dalam wilayah tersebut.

Advertisement