LEBAK – Proyek nasional Waduk Karian yang akan menenggelamkan 12 desa di empat kecamatan di Lebak, Banten dinilai memiliki banyak manfaat bagi warga sekitar bahkan dapat menjadi pasokan air minum bagi warga Jakarta, Bogor, dan Banten.
Pembangunan Waduk Karian yang melibatkan kontraktor Korea Selatan sedang direalisasikan pekerjaannya dengan menelan biaya senilai Rp1,07 triliun yang didanai dari pinjaman Korea Selatan sebesar 100 juta dolar AS dan dilaksanakan secara bertahap.
Pemerintah daerah terus menyosialisasikan agar pembebasan lahan pembangunan waduk itu bisa secepatnya tuntas hingga 100 persen. Sebab, pembangunan waduk itu cukup vital untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga pendapatan asli daerah (PAD).
“Kita sangat mendukung proyek pembangunan nasional itu,” kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya di Lebak, Kamis (12/5/2016).
“Kami berharap pembangunan Waduk Karian itu berjalan lancar dan tahun 2019 bisa digenangi,” katanya. Menurutnya, saat ini pembebasan lahan baru sekitar 44 persen dari target seluas 2.170 hektar sehingga bisa terkendala jika tidak segera dibebaskan lahan tersebut.
Banyak keuntungan yang didapat jika waduk telah jadi, diantaranya dapat mengantisipasi bencana banjir di wilayah hilir Provinsi Banten, termasuk jalan tol Merak-Jakarta, juga dapat menunjang indeks penanaman (IP) pertanian pangan dan membudidayakan ikan air tawar
“Kami berharap megaproyek itu berdampak positif kepada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Selain itu, pembangunan Waduk Karian bisa memasok air baku untuk masyarakat DKI Jakarta, Bogor serta Banten dan sekitarnya. Pembangunan waduk itu akan menampung 209 juta meter kubik air dan menggenangi lahan seluas 1.740 hektar dengan luas keseluruhan 2.170 hektar.
Manfaat lain dari Bendungan Karian yaitu mengairi daerah irigasi Ciujung seluas 22.000 hektar dan pengendalian banjir dengan kapasitas tampungan banjir sebesar 60,8 juta meter kubik.
Bendungan Karian juga berpotensi menghasilkan tenaga listrik sebesar 1,8 MW (megawatt).
Bahkan, Waduk Karian yang dibangun diatas lahan milik masyarakat yang berada di bawah pengelolaan Kementerian LHK ini diharapkan dapat menjadi lokasi pariwisata yang bisa mendongkrak pengunjung domestik maupun mancanegara.
“Kami yakin pembangunan proyek Waduk Karian membawa manfaat cukup besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat,” harap Iti. Antara





