YOGYAKARTA – Sapi kurban seberat 1.000 kg yang diberikan Presiden Jokowi kepada masyarakat DIY, nantinya akan Pemda DIY bagikan ke warga di Kulonprogo.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mengatakan setelah tahun kemarin sapi kurban dari presiden diserahkan ke masyarakat Gunungkidul maka tahun ini diserahkan kepada masyarakat Kulonprogo.
“Memang masih ada kantong-kantong kemiskinan juga di DIY, masih ada sekitar 15 kecamatan jadi kita utamakan ke sana. Kebetulan Gunungkidul dan Kulonprogo lebih banyak kantong kemiskinannya, jadi tahun kemarin Gunungkidul tahun ini Kulonprogo,” jelas Wagub seusai menyerahkan sapi-sapi secara simbolis kepada perwakilan Pemkab, Pemkot serta masjid di Kompleks Pemda DIY Kepatihan Yogyakarta Jumat (9/9/2016).
Selain sapi dari Presiden Jokowi, 7 sapi lain dari Pemda DIY juga diserahkan pada Pemkab Kulonprogo.
Wagub menambahkan daerah lain di DIY selain Gunungkidul dan Kulonprogo relatif sudah makmur dan tingkat partisipasinya dalam menjalankan ibadah kurban lebih banyak.
“Nanti untuk teknisnya (pembagian daging) kita serahkan kepada kabupaten monggo didistribusikan. Kalau segitu bisalah untuk beberapa desa,” tambahnya.
Selain itu, 15 kecamatan yang menjadi kantong kemiskinan menurutnya juga menjadi salah satu perhatian Pemda DIY salah satunya dengan membentuk tim koordinasi penanggulangan kemiskinan. “Jadi keprihatinan kita semua mudah-mudahan dengan upaya kita ini kita bisa mengurangi kemiskinan secara perlahan-lahan,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Biro Umum dan Protokoler Setda DIY Haryanta menambahkan, kurban dari Presiden Jokowi berharga R 47 juta dan berasal dari peternak sapi lokal di Cangkringan Sleman.
“Sapi lokal dari peternak lokal, untuk memberdayakan petani kita termasuk dari presiden beratnya sekitar 1.000 kg. Itu dari Cangkringan semuanya,” jelasnya, dikutip dari Tribunnews.




