Mexico City-Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertekad mendeportasi massal imigrangelap asal Meksiko.
Namun, pemerintahan Amerika Serikat (AS) menjanjikan tidak akan ada depoertasi atau penggunaan kekuatan militer untuk mengusir imigran gelap .
Pernyataan dilontarkan untuk meredam kedua negara atas tekad Presiden Donald Trump yang ingin mengusir semua “imigran jahat” dari AS.
Menteri Keamanan Dalam Negeri John Kelly dan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson bertemu beberapa menteri Meksiko yang khawatir atas sikap keras Trump di bidang perdagangan dan keimigrasian.
Trump juga telah membuat Meksiko geram atas tekadnya membangun tembok pembatas untuk menghalangi imigran Amerika Latin, yang ia sebut banyak dari mereka adalah pemerkosa dan pengedar narkoba.
Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS mengeluarkan aturan terbaru untuk menangkap dan mendeportasi imigran ilegal pada Selasa 21 Februari 2017.
Tapi, konferesi pers di Mexico City, ia mengatakan “tidak akan ada deportasi massal. Semua yang kami atur di DHS akan dilakukan secara legal.”
“Tidak akan ada penggunaan kekuatan militer untuk operasi keimigrasian,” katnya seperti dikutip AFP, Kamis 23 Februari 2017.
Sebelumnya di Gedung Putih, Trump menyatakan aturan terbaru imigrasi sebagai sebuah “operasi militer.” Namun juru bicaranya, Sean Spicer, mengklarifikasi bahwa istilah “militer” yang diucapkan “Trump” adalah sebuah penekanan makna “efisien.”
Sementara itu Menlu Meksiko Luis Videgaray menegaskan bahwa dirinya tidak akan membiarkan AS menerapkan reformasi keimigrasian secara sepihak.





