SUDAN SELATAN – Gencatan senjata akan dilakukan Sabtu (23/12/2017) di Sudan Selatan setelah Pemerintah dan kelompok-kelompok bersenjata menandatangani persetujuan pada Kamis (21/12/201), dalam perundingan damai di Ethiopia.
Kedua pihak berjanji akan mengakhiri permusuhan, membekukan posisi-posisi militer, dan membebaskan tawanan perang, tahanan politik, dan perempuan serta anak-anak yang diculik.
Ketua Uni Afrika, Moussa Faki, dilansir VOA menyebut persetujuan itu sebagai langkah pertama yang memberi harapan untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan pengungsian jutaan orang dari kampung halaman mereka.
Sudan Selatan mendapat kemerdekaan dari Sudan pada 2011, tetapi perebutan kekuasaan antara Presiden Salva Kiir dan sekutunya, Riek Machar, berkobar menjadi perang saudara dua tahun kemudian.
Perdamaian ditandatangani tahun 2015, tetapi gagal dalam waktu satu tahun ketika pertempuran terjadi di Ibu Kota Juba, dan wakil Presiden Pertama Machar terpaksa lari ke pengasingan.
Pemerintah



