Pemkot Bekasi Tunda Sekolah Tatap Muka di 80 Sekolah

Ilustrasi Pemerintah menyiapkan rencana pemberlakuan bertahap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah Juli mendatang. Kebijakan itu harus dilakukan secara terukur dan hati-hati. Jika tidak,korban Covid-19 bisa melonjak.

BEKASIĀ  – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat memutuskan menunda pembelajaran tatap muka 80 sekolah yang mengajukan diri bahkan telah memenuhi kriteria dan persyaratan untuk menggelar adaptasi tatanan hidup baru pada satuan pendidikan (ATHB-SP).

“Total 80 sekolah baik SD maupun SMP terpaksa kami tunda padahal sudah dinyatakan layak menggelar ATHB-SP,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah di Bekasi, Sabtu.

Ia mengatakan keputusan menunda kegiatan belajar tatap muka di puluhan sekolah itu disebabkan tren kenaikan kasus COVID-19 di Kota Bekasi usai libur Idul Fitri 2021.

“Di wilayah kami tren kasus COVID-19 sedang melonjak tinggi, terutama untuk kategori usia anak,” katanya, dilansir Antara.

Inay memastikan akan terus melakukan pemantauan serta evaluasi sambil menunggu arahan lebih lanjut dari Gugus Tugas COVID-19 Kota Bekasi terkait rencana penambahan sekolah yang diizinkan menggelar pembelajaran tatap muka.

Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengaku puluhan sekolah itu sebenarnya juga sudah mengajukan diri ke data pokok pendidikan (Dakodik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan guna mendapat izin menggelar sekolah tatap muka.

“Kalau kita lihat berdasarkan hasil pemantauan, semuanya sudah terpenuhi, dari segi sarana prasarana serta infrastruktur sudah cukup dan semua persyaratan juga sudah terpenuhi,” ucapnya.

Sejauh ini, kata dia, sudah ada 220 sekolah yang menggelar belajar tatap muka. Pihaknya terus melakukan koordinasi serta evaluasi terhadap ratusan sekolah itu terutama di sekolah yang wilayahnya kini masuk kategori zona merah penyebaran COVID-19.

 

Advertisement