Pemprov DKI Jakarta Gagal Kelola Sampah

Ilustrasi Sampah/Ist

JAKARTA-Sepanjang tahun 2015 sampai bulan Mei 2016 ini Pemprov DKI Jakarta diklaim gagal menyelesaikan persoalan sampah.

Pernyataan ini dikatakan Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas) Bagong Sutoyo.

Hal ini terbukti dengan terus meningkatnya volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang hingga mencapai 7000 ton per hari.

“Kemelut pengelolaan sampah DKI dan TPST Bantar Gebang semakin sengit ketika Pemprov DKI mengambil paksa pengelolaan TPST Bantar Gebang yang masih dalam penanganan kontrak dengan pihak swasta,” kata Bagong di kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) di Tegal Parang Utara, seperti dilansir JPNN, Selasa (17/5)

Sejak tahun 2015, lanjutnya, DKI berupaya membangun 4 TPST di dalam kota dengan harapan mampu mengelola sampah secara mandiri. Namun berdasar temuan KPNas, hingga tahun 2016 proyek tersebut mangkrak dan gagal mengurangi volume sampah hingga 2000 ton per hari.

Advertisement