
YARMOUK (KBK) – Seorang pengungsi Palestina, menjadi terkenal di dunia setelah videonya yang sedang bermain piano di tengah kehancuran di sebuah kamp pengungsi Damaskus beredar secara viral.
Ia pun diberi penghargaan hak asasi manusia bergengsi di Jerman.
Adalah Ayham Ahmad, 27 tahun dari kamp pengungsi Yarmouk, ia diberikan penghargaan Beethoven Prize Internasional untuk kategori Hak Asasi Manusia, Perdamaian, Inklusi dan Melawan Kemiskinan, Jumat malam (18/12/2015) di Bonn, seperti diberitakan harian Jerman Deutsche Welle.
Video dari Ahmad mulai menyebar ke seluruh media sosial pada tahun 2014, karena situasi pengungsi Palestina di Yarmouk yang terus memburuk.
Video itu menggambarkan ia sedang dikelilingi oleh rumah-rumah roboh dan puing-puing yang bertebaran di jalan-jalan. Ahmad menyanyikan lagu dengan piano tua di antara reruntuhan tersebut. Dalam beberapa klip, pengungsi lain ikut bergabung bernyanyi dengannya.
Pada bulan September, Ahmad melarikan diri dari Yarmouk dan mengungsi dengan perahu berbahaya dari Turki ke pulau Yunani. Dari sana, ia akhirnya berhasil sampai ke Jerman.
Hanya beberapa bulan sebelumnya, pada bulan April, kelompok bersenjata ISIS menyerbu Yarmouk dan menguasai lebih dari 90 persen dari kamp.
Meskipun ISIS mundur dalam beberapa hari, Ahmad ditinggalkan dengan piano dari sisa pembakaran, saat itulah Ahmad bernyanyi.
Berbicara kepada Al Jazeera melalui Skype dari Pulau Lesbos Yunani akhir September, Ahmad mengatakan: “Meninggalkan Yarmouk adalah pengalaman tragis.”
“Rumah saya terkepung dalam perang, jadi saya harus melarikan diri dengan keluarga saya. Kamp tidak lagi tempat yang tepat untuk kita bermain musik. Saya berharap saya bisa mendapatkan tempat yang lebih baik di mana satu hari saya bisa bermain musik lagi,” katanya.
Berikut salahsatu videonya:




