Pemudik Tetap Harus Antisipasi Kemacetan

Ilustrasi/ Ist

WALAU prasarana dan sarana transportasi darat khususnya di Pulau Jawa menjelang puncak arus mudik Idul Fitri 1439 H jauh lebih baik, para pemudik diminta tetap mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan arus lalu-lintas di sejumlah simpangan dan ruas jalan tertentu.

Sebagian pemudik diperkirakan akan “mencuri start” pada H-7, Jumat (8/6) walau resminya, cuti bersama Lebaran baru dimulai Senin pekan depan (11/6), sedangkan puncak arus mudik diperkirakan pada Jumat dan Sabtu (8 dan 9 Juni) atau H-7 dan H-6. Idul Fitri 1439 H diperkirakan akan jatuh pada 15 dan 16 Juni.

Prediksi kemacetan pada puncak arus mudik kendaraan yang melintasi Jalur Pantura terjadi karena larangan operasi bagi truk-truk pengangkut barang baru diberlakukan mulai 12 Juni sampai 14 Juni, sedangkan di jalur selatan Pulau Jawa, kemacetan diprediksi akibat sejumlah konstruksi pembangunan jembatan yang masih berjalan.

Sebagai perbandingan, puncak arus mudik lebaran tahun lalu terjadi pada 23 Juni atau H-2 Lebaran karena larangan operasional truk-truk angkutan barang sudah diberlakukan dua hari sebelumnya (21 Juni) atau H-4.

Menurut Kahumas Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Pitra Setiawan, disepakati bersama para perwakilan pengusaha bahwa durasi larangan melintas truk angkutan diperpendek agar aktivitas pergerakan barang tidak terganggu.

Menurut Direktur Operasi II PT Jasa Marga (Persero) Subakti Syukur, pada arus mudik lebaran melalui jalan tol tahun ini (H-8 sampai H-1, dengan puncakya pada H-6), jumlah kendaraan dari pintu masuk Gerbang Tol Cikarang Utama menuju Cikampek sebanyak 112.000 unit atau naik 59 persen dari situasi lalu-lintas normal.

Sementara puncak arus mudik di pintu gerbang tol Manyaran, Semarang terjadi pada 10 Juni dengan prediksi jumlah kendaraan 40.229 unit atau meningkat 144 persen dari lalu lintas normal.

Sejumlah titik rawan kemacetan lalin di P. Jawa diprediksi di wilayah arat a.l. Pelabuhan Merak, Cikampek (akibat proyek LRT dan elevated ruas jalan), persimpangan Cikopo, Jomin, Cirebon, Sadang, persimpangan Cileunyi, Nagrek, Pasar Malangbong dan Gentong.

Di wilayah tengah: Pejagan, Simpang Pejagan, Brebes, Jembatan Kalipait (Tegal), Pekalongan, akses Tol Semarang – Ungaran, Ambarawa dan Ciregol, sedangkan di wilayah timur yakni ruas Brondong – Tuban, Babat – Lamongan dan Porong-Sidoarjo.

Khusus di lintas selatan, dari pekerjaan pemasangan lima bentang girder jembatan Kali Lukulo sepanjang 40 meter di desa Ayamputih, Kec. Bulus Pesantren, Kebumen masih tersisa satu lagi dan diharapkan bisa difungsikan pada H-3 Lebaran.

Sementara itu, terkait angkutan mudik lebaran melalui udara, yang dikhawatirkan adalah aksi mogok karyawan dan pilot Garuda yang direncanakan akan dilancarkan saat mudik Lebaran walau jika hal itu benar-benar dilakukan, diingatkan oleh Komisioner Ombudsman RI Alvin Lee, mereka akan kehilangan simpati dari masyarakat.

Beberapa kali erupsi Gunung Merapi, Jumat (1/6) yang menghasilkan kolom setinggi 6.000 meter dan hujan abu di wilayah sekitar Yogyakarta diharapkan berhenti di hari-hari menjelang Lebaran karena jika tidak bisa berpotensi mengganggu jadwal penerbangan.

Untuk angkutan laut, yang perlu diwaspadai adalah gelombang tinggi terutama terhadap pelayaran rakyat menggunakan kapal-kapal berukuran kecil dan berusia tua, apalagi yang tidak layak berlayar atau bermuatan lebih.

Bagi pengusaha angkutan dan pemudik berkendaraan darat, yang perlu diingatkan menyiapkan kendaraan mereka sebaik mungkin, juga kondisi kesehatan serta tidak memaksakan diri jika memang tidak memungkinkan melakukan perjalanan.

Semoga korban dan musibah bisa ditekan seminimal mungkin selama masa angkutan Lebaran tahun ini.

Advertisement