Tuban – Tim gabungan Basarnas bersama tim SAR lainnya hari memasuki hari ketiga melakukan pencarian terhadap 12 korban ABK (Anak Buah Kapal) KM Mulya Jati yang tenggelam di perairan Tuban. Sebelumnya, tiga korban sudah ditemukan dan diserahkan kepada keluarganya.
Sulitnya pencarian tersebut salah satunya disebabkan oleh cuaca buruk. Yakni, angin berhembus kencang dan tingginya gelombang laut. “Proses upaya pencarian pada hari ketiga ini kita tidak menemukan apa-apa,” terang Gusti Anwar M, Kasi Operasi Basarnas Surabaya, dilaporkan Beritajatim Selasa (22/11).
Gusti menjelaskan, proses evakuasi pada hari ketiga dilakukan sejak pukul 10.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB. Namun upaya Basarnas menangkat bangkai perahu KM Mulya Jati tidak berhasil. Lagi-lagi, hal itu disebabkan oleh gelombang tinggi.
“Kita sudah berusaha. Kondisi memang sangat membahayakan karena angin dan gelombang sangat kuat. Bahkan tali penahan untuk mengangkat itu putus,” lanjutnya saat melakukan konferensi pers.
“Kita melakukan koordinasi (untuk penyelaman) merasa ragu. Dan sesuai prediksi kita benar, kalau itu kami lakukan akan menambah korban karena tim kita akan ikut masuk ke dalam,” sambung Gusti.
KM Mulya Jati tenggelam setelah ditabrak kapal barang MV Tya Son 4 di perairan Tuban. Kapal tersebut bermuatan 27 orang. Dari jumlah itu, 12 ditemukan selamat dan 15 tertelan ombak. Dari 15 yang tenggelam, tiga orang ditemukan tak bernyawa, sedangkan sisanya atau 12 orang dalam proses pencarian.



