Pencarian Korban KM Sinar Bangun Resmi Dihentikan

Pencarian KM Sinar Bangun/ Antara

MEDAN – Setelah 15 hari pencarian dilakukan terhadap ratusan korban KM Sinar Bangun, kini  proses pencarian serta evakuasi korban dan bangkai KM Sinar Bangun resmi dihentikan, Selasa (3/7/2018).

Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan mengatakan, meski pencarian telah dihentikan, tim SAR setempat tetap melakukan pemantauan di danau Toba.

Budiawan mengatakan, selain tim SAR, berbagai peralatan, seperti kapal dan perahu karet juga akan disiagakan di danau Toba. Mereka akan segera melakukan evakuasi jika menerima laporan temuan jasad yang mengapung.

“Jadi di sini tetap ada kapal dan perahu karet. Pokoknya tim SAR di sini ada peralatannya. Dia yang melaksanakan nanti bersama TNI AL dan Polisi Air,” ujar Budiawan, dikutip Republika.

Proses pencarian serta evakuasi korban dan bangkai KM Sinar Bangun di danau Toba dihentikan karena sulitnya medan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengangkat bangkai kapal yang diketahui berada di kedalaman 450 meter. Banyak korban yang juga ditemukan di sekitar bangkai kapal itu.

Prosesi tabur bunga pun telah dilakukan sebagai tanda keluarga telah mengikhlaskan para korban. Selain itu, pemerintah juga akan membangun monumen untuk mengenang 164 korban yang masih hilang.

Hingga kini, hanya 21 orang yang dinyatakan selamat dalam insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun di danau Toba, Senin (18/6) petang. Sebanyak tiga penumpang ditemukan meninggal dan 164 orang lain masih hilang.

 

Advertisement