GARUT – Wabah demam berdarah dengue (DBD) terjadi di sejumlah daerah Jawa Barat, salah satunya menjangkiti puluhan warga di Garut.
Kepala Puskesmas Limbangan, dr. Budhi, menjelaskan 52 warga terjangkit DBD dan telah ditangani oleh Puskesmas Limbangan. Menurut dia, warga yang terjangkit bukan hanya berasal dari Kecamatan Limbangan, melainkan dari wilayah kecamatan lain.
Selain dari Limbangan, ia menyebut warga yang mendapat pertolongan akibat DBD tersebut berasal dari Kecamatan Selaawi dan Cibatu. Namun jika dilihat dari jumlah, pasien DBD yang paling banyak merupakan warga Limbangan, terutama dari Desa Limbangan Timur, Pasirwaru, dan Neglasari.
Terpisah, sebagaimana dilansir PR, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut, Tenny Swara Rifai, membenarkan adanya laporan warga yang terjangkit DBD di wilayah utara Garut. Menyikapi hal ini, pihaknya sudah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) DBD untuk wilayah Limbangan.
“Status KLB diberikan karena terjadi peningkatan kasus dibanding tahun sebelumnya,”ucap Tenny.
Ia memaparkan, pada tahun lalu hanya ada 19 kasus DBD di wilayah Limbangan. Namun pada bulan yang sama tahun ini, jumlahnya meningkat cukup drastis yakni mencapai 52 kasus.
Upaya pemberantasan nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan DBD diakui Tenny telah dilakukan di sejumlah lokasi di tiga kecamatan tersebut. Salah satunya dengan melaksanakan fogging atau pengasapan serta pemberantasan sarang nyamuk.





