
NEW YORK (KBK) – Seorang pria bersenjata tunggal mengeksekusi Imam Masjid Queens di jalanan. Ia sangat dihormati di lingkungan tersebut, ia sedang berjalan pulang dari shalat ashar, Sabtu, (13/8/2016).
Tiba-tiba datang seseorang dengan senjata menembak kepalanya dari belakang.
“Imam Masjid Maulama Akonjee dan temannya Thara Uddin mengenakan pakaian Muslim ketika terbunuh, pembunuh mendekatinya dari belakang dan menembak dari jarak dekat, ” kata Deputi Inspektur, NYPD,Biro Detektif Queens Selatan, Henry Sautner .
Akonjee, 55, adalah seorang ayah beranak tiga, adalah seorang pemimpin agama yang dihormati sejak kedatangannya di Queens. Ia berasal dari Bangladesh dan datang ke New York kurang dari dua tahun yang lalu.
Uddin yang berjenggot, 65 tahun, langsung meninggal sekitar pukul empat,setelah serangan itu.
“Kita semua menangis,” kata adiknya Mashuk Uddin. “Ada begitu banyak yang menangis.”
Puluhan jamaah dari masjid berkumpul di lokasi pembunuhan untuk mengecam penyergapan berdarah dingin, mereka mengatakan hal itu sebagai kejahatan kebencian.
“Itu bukan tentang Amerika,” kata Khairul Islam, 33 tahun. “Kami menyalahkan Donald Trump untuk ini. . . Trump dan dramanya telah menciptakan Islamophobia. ”
Dikutip dari nydailynews.com, sebuah sumber polisi berpangkat tinggi mengatakan, NYPD akan menyelidiki kejadian, tapi “terlalu dini untuk mengatakan” apa motifnya.





