
BANGKOK – Akademis Thailand menilai Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn dapat memberi banyak perhatian kepada masyarakat minoritas muslim di selatan. Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn telah ditetapkan sebagai pengganti Raja Thailand Bhumibol yang mangkat pada usia 88 tahun, kamis kemarin (13/10/16).
Vajiralongkorn, 64 tahun, sendiri menyatakan meminta waktu untuk berduka sebelum dinobatkan sebagai raja.
Ahmad Umar, wakil rektor Universitas Fatoni, Patani, Thailand selatan mengatakan Putra Mahkota Vajiralongkorn memberikan perhatian yang lebih kepada masyarakat minoritas di selatan.
“Beliau banyak memberi perhatian pada masyarakat Islam, mengenai banyak hal dan memberi perhatian dan sokongan. Sebagai contoh, kampus Universitas Fatoni diresmikan (sekitar 10 tahun lalu) oleh beliau, hubungan kita dengan putra mahkota sudah lama,” kata Ahmad seperti dilansir BBC Indonesia, Jumat (14/10/16).
“Kalau majelis (kantor) peringkat negara, beliau dipertua, dan majelis agama Islam di Thailand ada (memiliki) hubungan dengannya,” tambah Ahmad.
Ahmad Umar, yang juga mengajar kajian politik di kampusnya, mengatakan harapannya atas pengganti Raja Bhumibol yang ia sebutkan “lebih positif” dan “boleh (bisa) memahami isu di selatan secara baik.”
Konflik di Thailand selatan masih terjadi dan belum dilakukan dialog lagi menyusul kudeta dua tahun lalu. Raja Bhumibol banyak dihormati oleh warga Thailand dan bagi sebagian ia dianggap seperti semi dewa.
“Bagi masyarakat Muslim di selatan, pandangan terhadap raja biasa saja dan perhatian (terhadap raja), juga biasa saja,” kata Ahmad.




