Pengorbanan Seorang Ayah di Bandung, Rela Berhenti Kerja untuk Rawat Anaknya yang Alami Gangguan Fisik

Dodi rela berenti kerja untuk rawat anaknya yang sakit/ Tribun Jabar

BANDUNG – Pengorbanan seorang ayah bernama Dodi Sofyan (36) patut diacungi jempol, sebagai orangtua tunggal dirinya rela keluar kerja untuk merawat anaknya Sansan Sania, gadis berusia 11 tahun yang mengalami gangguan fisik.

Warga Jalan Jatihandap 3, RT 3 RW 4, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, ini hidup berdua setelah sang istri meninggalkannya sejak setahun lalu.

Sansan Sania, gadis disabilitas yang membuat Dodi rela melepas pekerjaannya sebagai satpam, memiliki keterbatasan fisik sejak lahir dan hanya mampu tengkurap dan berguling-guling di atas sebuah kasur tidurnya yang berukuran medium.

Mereka hidup di sebuah kontrakan dengan ala kadarnya. Dodi menuturkan, Sania sejak lahir memang dalam kondisi yang memperihatinkan, karena dia lahir di bidan dalam keadaan prematur dengan memiliki kelainan jantung.

Kemudian, Dodi pun membawa Sania ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dan dirawat selama dua bulan setengah di ruang NICU inkubator, tetapi Dodi memutuskan untuk membawa pulang secara paksa Sania, karena dia merasa tidak sanggup membayar biaya rumah sakit saat itu.

“Sampai terakhir saya bawa dia untuk lakukan kontrol pada 2008, dan alhamdulillah penyakitnya itu (kelainan jantung) gak ada, tapi kejang-kejangnya tetap masih ada,” katanya, Senin (1/5/2017), dikutip Tribun Jabar.

Sebagai orangtua tunggal Sania, Dodi pun bertekad untuk terus menjaga dan menyayangi anaknya itu mesti memiliki keterbatasan. Dia memutuskan berhenti menjadi seorang satpam (security) di perumahan Green City View sekitar setahun yang lalu. Padahal, dirinya mengaku telah bekerja di tempat tersebut selama lima tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan dia dan Sania sehari-hari, Dodi pun mengaku melakukan kerja serabutan mulai kuli bangunan hingga bisnis kecil-kecilan, guna menyambung hidup.

Beruntung, di peringatan May Day Senin kemarin Dodi justru mendapatkan kejutan dengan didatangi oleh Ketua DPD Golkar Jawa Barat yang sekaligus Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi datang ke kediaman Dodi dan Sania, karena merasa empati akan kehidupan mereka dan membaca dari sebuah media.

“Pak Dodi ini luar biasa. Dia seorang laki-laki yang ditinggalkan istrinya dan punya anak berkebutuhan khusus, dengan memutuskan berhenti bekerja untuk urus anaknya itu. Setiap hari dia berpikir untuk biaya hidup dan pengobatan Sania. Ini patut dicontoh,” jelas Dedi saat beekunjung menengok Sania.

Dodi sangat bersyukur masih ada orang yang mau membantu kesusahannya, dan ia juga berharap ke depannya, Pemerintah Kota Bandung dapat memberikan bantuan jaminan kesehatan pada anaknya tersebut.

Advertisement