JAKARTA – Chiki ngebul adalah sebutan bagi jajanan bola-bola warna-warni yang menggunakan asap nitrogen. Jajanan ini digemari anak-anak karena mengeluarkan asap seperti naga.
Namun, efek samping dari jajanan Chiki menggunakan nitrogen cair atau Chiki ngebul bisa menyebabkan kerusakan internal pada tubuh.
Koordinator Laboratorium Analisis Gas, Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) Badan Standardisasi Nasional (BSN), Harry Budiman, menjelaskan mengenai bahan dalam jajanan chiki ngebul yang mengeluarkan asap.
Asap yang muncul dari makanan itu, kata dia, berasal dari nitrogen cair yang dituangkan ke dalam chiki. Saat dituangkan, nitrogen cair itu kemudian berubah bentuk menjadi gas sehingga mirip seperti asap.
“Kalau dari segi kimia, nitrogen itu ada dalam bentuk cair ada pula yang dalam bentuk gas. Ini sekarang kita hirup udara itu nitrogen dalam bentuk fasa gas komposisinya sekitar 78 persen,” kata Harry dikutip dari kumparan.com, Selasa (10/1/2023).
Nitrogen cair biasanya digunakan untuk mengawetkan makanan karena suhunya yang rendah dengan titik didih sekitar -196 derajat celsius. Zat ini juga digunakan untuk mengawetkan spesimen biologi.
Dalam pengawetan makanan dengan menggunakan nitrogen cair, makanan yang hendak dimakan akan ditaruh di suhu ruangan dengan jeda waktu yang cukup, tidak langsung dikonsumsi. Proses tunggu itu membuat nitrogen cair mejadi gas. Jeda waktu itu yang membuat makanan aman untuk dikonsumsi.
Berisiko Membakar
Penggunaan nitrogen cair dalam makanan yang langsung disantap –bukan untuk mengawetkan– memiliki risiko yang berbahaya bagi tubuh manusia. Suhunya yang ekstrem sangat rendah bisa membuat kulit menjadi terbakar.
“Dia (nitrogen cair) tidak berwarna, juga tidak berasa, jadi walaupun ditambahkan ke dalam makanan memang tidak mengubah rasa makanan. Tapi yang menjadi khawatir itu apabila nitrogen itu langsung kontak ke tubuh kita, kulit akan menyebabkan seperti luka bakar, inflamasi,” kata Harry.
Bahkan dalam penggunaannya di laboratorium, bila hendak memegang nitrogen atau alat yang berhubungan dengan unsur ini, wajib menggunakan sarung tangan yang tebal.
“(Nitrogen) yang -196 derajat itu apabila kontak dengan kulit itu akan menyebabkan luka bakar. Derajat luka bakar ini adalah cryogenic injury, yakni luka bakar yang disebabkan oleh suhu yang sangat rendah. Ketika kontak itu akan terjadi luka bakar atau melepuh kulit,” ujarnya.
Harry berulang kali menjelaskan bahwa nitrogen cair yang terkena kulit luar saja berbahaya, apalagi bila masuk ke dalam tubuh manusia dan melukai organ dalam seperti yang terjadi dalam kasus chiki ngebul.
Mudah Didapat
Layaknya seperti gas oksigen yang mudah didapatkan, nitrogen pun tak susah untuk ditemukan. Menurut Herry, nitrogen dapat dibeli bebas di toko-toko yang biasanya menjual gas.
“Di lingkungan kita juga ada, di daerah dekat sini juga ada perusahaan gas kecil gitu. Dia biasa menyuplai gas oksigen, gas asetilen untuk kebutuhan masyarakat, itu sama. Jadi bisa didapatkan dengan mudah,” kata Harry.
Harry mengimbau perlu edukasi yang masif terkait makanan yang menggunakan nitrogen cair seperti chiki ngebul. Penggunaannya pun hanya sekadar untuk atraksi semata. Sementara, risiko yang ditimbulkan bila tidak hati-hati maka akan berdampak luka bakar.





