Penyebab Gempa Lombok Terjadi di Darat Tapi Berpotensi Tsunami

Ilustrasi pemancar sirine tsunami/ Fokusjabar

LOMBOK – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjelaskan alasan gempa Lombok pada Minggu malam berpotensi tsunami padahal gempa terjadi berpusat di darat.

“Pada endapan yang terlapukkan diperkirakan goncangan gempa bumi akan lebih kuat karena batuan ini bersifat urai, lepas, belum kompak dan memperkuat efek getaran, sehingga rentan terhadap goncangan gempa bumi,” ungkap PVMBG, melalui keterangan resmi tertulisnya.

Sementara Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisoka (BMKG) Harry Tirto Djatmiko mengatakan, gempa 7 SR tersebut memang berpusat di darat, yakni tepatnya pada titik 8.37 LS dan 116.48 BT pada kedalaman 15 km. Namun, patahan gempa tersebut terjadi sampai ke laut, sehingga menyebabkan terjadinya tsunami.

“Itu karena patahannya sampai ke laut. Jadi itu yang menyebabkan kami tetap firm mengeluarkan peringatan dini tsunami. Dia di darat tapi tidak jauh dari pantai,” katanya.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa 7 SR mengguncang Lombok, Minggu malam, namun beberapa jam kemudian peringatan telah dicabut.

 

Advertisement