SABAH-Perairan perbatasan Malaysia dengan Filipina mencekam. Hal ini disebabkan adanya aksi-aksi perampokan dan penculikan, yang mengakibatkan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai nelayan di Negeri Sabah ketakutan melaut.
Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu Negeri Sabah, Akhmad DH Irfan melalui Ketua Satgas Perlindungan WNI KJRI Kota Kinabalu, Hadi Syarifuddin, Selasa (8/11) mengemukakan, terkait dengan kondisi keamanan di Perairan Malaysia yang semakin gawat, maka WNI dilarang melaut sebelum suasananya benar-benar aman.
Kondisi tersebut telah berlangsung sejak tiga pekan terakhir dimana perampokan, penculikan dan penembakan terhadap nelayan-nelayan yang sebagian besar WNI seringkali terjadi.
“Sejak tiga pekan terakhir kondisi keamanan di perbatasan perairan Malaysia-Filipina semakin gawat dimana aksi perampokan, penembakan dan penculikan sering terjadi,” ujar Hadi Syarifuddin seperti dikutip Antara Selasa (8/11).
Perampokan,penembakan dan penculikan bukan hanya dialami nelayan asal Indonesia tetapi juga terhadap nelayan lokal Malaysia dan Filipina sendiri yang diduga kuat dilakukan kelompok bersenjata Filipina.
Sehubungan dengan kondisi ini, KJRI Kota Kinabalu, Â juga mengimbau kepada seluruh WNI agar lebih berhati-hati dan tidak melaut untuk saat ini karena terkesan Pemerintah Malaysia tidak memberikan jaminan keamanan bagi WNI yang bekerja di negara itu.
Sementara di kawasan perairan tersebut tidak ada aparat keamanan Malaysia yang melakukan patroli sehingga kelompok bersenjata leluasa melakukan aksinya.




