LIMAPULUH KOTA – Lima dari enam rumah yang kena dampak pergerakan tanah di Kenagarian Koto Alam, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, ambruk dan tidak bisa dihuni lagi.
Wali Nagari Koto Alam Abdul Malik mengatakan rumah yang ambruk terdiri atas dua rumah permanen dan tiga rumah semi permanen.
“Lima rumah itu telah amblas, turun ke bawah. Yang sebelumnya hanya retak besar dan belum turun, sekarang sudah turun dan membuat bangunan itu bergeser,” katanya di Koto Alam, Senin (16/12/2019).
Dia menambahkan, warga yang rumahnya ambruk mengungsi ke rumah sanak keluarga mereka. Pemerintah Nagari juga telah membangun posko pengungsian dan menggalang bantuan.
Menurut Abdul, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota telah menyalurkan bantuan untuk warga yang terdampak pergerakan tanah. Bupati dan Wakil Bupati juga telah turun melihat langsung kondisi rumah warga yang ambruk akibat pergerakan tanah.
Abdul mengatakan bahwa penyebab pasti pergerakan tanah di nagarinya belum diketahui pasti, namun ada dugaan hujan dengan intensitas tinggi merupakan pemicunya.
“Selain itu lokasinya memang berada di tepi jalan lintas, jadi semakin parah karena banyaknya kendaraan yang lewat,” katanya, dikutip Antara.
Pemerintah Nagari akan mengusulkan ke Pemerintah Kabupaten agar merelokasi warga yang rumahnya terdampak pergerakan tanah ke area yang lain.





