Peringatan Dini Tsunami Dicabut, Warga Lombok Bertahan di Areal Perbukitan

Ilustrasi situasi warga berhamburan pascagempa di Lombok/ Okezone

LOMBOK – Warga Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat(NTB), mengungsi ke areal perbukitan pascagempa bumi berkekuatan 7.0 Skala Richter(SR) dan masih enggan pulang meski peringatan dini tsunami telah dicabut.

Kapolres Lombok Barat, AKBP Heri Wahyudi mengatakan warga tetap memilih bertahan di areal perbukitan karena sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa bumi tektonik tersebut.

Namun BMKG Pusat telah mencabut atau mengakhiri peringatan dini tsunami pada Minggu malam, pukul 20.25 WIB atau 21.25 WITA..

Meski peringatan dini tsunami telah berakhir, warga masih enggan kembali kerumah masing-masing karena gempa susulan masih terjadi sehingga mereka memilih bertahan di lapangan terbuka dan areal perbukitan, banyak juga warga yang masih terlihat mengamankan dirinya di pinggir jalan.

Warga dipantau Antara memenuhi sepanjang ruas jalan raya dari Kecamatan Meninting, Batu Layar, sampai ke arah Senggigi, gelap gulita, dan orang dewasa, anak-anak hingga balita lebih memilih tidur di teras-teras rumah dan halaman rumah, termasuk di areal masjid.

Mereka tidur beralaskan tikar atau terpal dan selimut agar tidak kedinginan pada Senin (6/8/20180 dini hari.

Advertisement