Pernah Hidup Mewah, Kini Satu Keluarga di Bandung Berjuang Hadapi Kemiskinan dan Gangguan Kejiwaan

JAKARTA, KBKNEWS.id – Kehidupan sebuah keluarga di Kampung Sukanagara, Desa Mekarsari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berubah drastis.

Dahulu hidup berkecukupan dan bergelimang harta, keluarga ini kini harus menghadapi kemiskinan ekstrem serta persoalan kesehatan jiwa yang dialami sejumlah anggotanya.

Kisah keluarga tersebut menjadi perhatian publik setelah video kondisi tempat tinggal mereka beredar di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan rumah yang kumuh, kondisi keluarga, hingga proses pembersihan tempat tinggal oleh petugas.

Sekretaris Desa Mekarsari, Yasa, membenarkan bahwa keluarga tersebut merupakan warganya. Ia menjelaskan, persoalan kesehatan jiwa yang dialami sejumlah anggota keluarga Cucu Jubadah bukan merupakan kondisi bawaan sejak lahir, melainkan diduga berkaitan dengan tekanan ekonomi dan persoalan keluarga.

Menurut Yasa, keluarga tersebut sebelumnya dikenal sebagai keluarga sukses dan memiliki kehidupan ekonomi yang mapan. Namun, keadaan berubah setelah usaha sang ayah mengalami kebangkrutan. Kondisi itu kemudian diperparah dengan perceraian kedua orangtua.

“Awalnya si orang tuanya itu orang tua yang memang sukses, kaya lah. Tiba-tiba ekonominya drop, pada saat ekonominya jatuh, Ayahnya Ogi stres,” ujar Yasa.

Ia mengatakan, tekanan tersebut kemudian berdampak terhadap anggota keluarga lainnya. Salah satu anak, Erna, mengalami gangguan kejiwaan yang terlihat dari perubahan perilakunya. Kondisi itu disebut turut memengaruhi anggota keluarga yang lain.

Sementara itu, Ogi yang sempat merantau ke Lampung dan menikah dengan Indah Triyanti akhirnya kembali ke Mekarsari bersama istrinya sekitar empat bulan lalu. Namun, kondisi lingkungan tempat tinggal yang tidak layak dan tekanan kehidupan keluarga turut menjadi persoalan.

Ogi kini disebut kerap mengalami delusi dan mengaku sebagai Kepala Pertamina yang memiliki kedekatan dengan sejumlah pejabat kepolisian.

Kondisi tempat tinggal keluarga tersebut juga memprihatinkan. Rumah berukuran sekitar 4 x 5 meter harus ditempati delapan orang, yakni Cucu, Ogi dan istrinya yang sedang hamil, tiga anak mereka, serta Erna dan Melinda.

Pemerintah desa bersama pihak terkait mulai mengupayakan penanganan dan rehabilitasi bagi keluarga tersebut. Upaya itu juga mencakup perhatian terhadap masa depan pendidikan anak-anak agar tetap mendapatkan hak pendidikan di tengah kondisi keluarga yang sedang dihadapi.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here