JAKARTA – Ratna Idris, kakak ketiga dari Syachrul Anto (48), tim penyelam yang gugur dalam pencarian badan pesawat Lion Air mengisahkan pesan terakhir adiknya sebelum meninggal.
Menurutnya, Syachrul sempat menyebar pesan singkat Syachrul di grup WA keluarga dengan judul Takdir, yang berisi demikian:
“Allah menyeleksi dengan perhitungan yang tak pernah salah. Mereka ditakdirkan dalam satu janjian berjamaah. Takdir seperti itu tanpa dibedakan usia. Proses pembelian tiket, check in, terbang dan sampai akhir perjalanan Lion Air hari ini, hanya sebuah proses jalan untuk pulang menjumpai takdir yang tertulis di Lahul Mahfuz.
Sebuah catatan yang tak pernah kita lihat, tapi kita jumpai. Takdir sangatlah rapi tersusun kehendak Allah tak terjangkau dengan akal manusia. Allahuakbar.
Lalu kapan giliran kita pergi? Hanya Allah yang tahu. Kesadaran iman kita berkata bersiap setiap saat, kapan pun dan dalam keadaan apa pun.”
Pesan tersebut seperti firasat dan menjadi pesan terakhirnya bagi keluarga, yang dikirimkan pada Kamis (1/11/2018).
Syachrul dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (2/11/2018) setelah dirinya sempat pingsan saat menyelam. Menurut tim dokter yang menanganinya, ddia meninggal akibat dekompresi.
Dekompresi adalah penyakit yang dapat mempengaruhi penyelam atau orang lain (seperti penambang) yang berada dalam situasi yang melibatkan tekanan cepat penurunan suhu tubuh.
Decompression Sickness disebabkan oleh meningkatnya gelembung nitrogen dalam tubuh. Ketika bernapas, sekitar 79 dari udara adalah nitrogen. Ketika turun di air, tekanan di sekitar tubuh meningkat, menyebabkan nitrogen untuk diserap ke dalam jaringan tubuh.





