Pesan Ulama Somalia di Bulan Ramadhan

Ilustrasi/Ist

SOMALIA- Ulama Muslim moderat di seluruh dunia memulai Ramadan dengan pesan ke dunia yang menekankan bahwa tindakan terorisme dan kekerasan bertentangan langsung dengan semangat Ramadhan.

Begitupun dengan yang dilakukan Sheikh Bashir Ahmed Salad, seorang ulama berpengaruh dan ketua Dewan Cendekiawan agama Somalia.

“Ramadan adalah bulan damai, cinta dan penghormatan untuk semua, semoga sebulan ini tidak adak kekerasan dan pertumpahan darah. Mereka yang menyerukan kekacauan tidak mewakili Islam dan Muslim,” katanya.

Selama bulan Ramadhan, umat Islam menjauhkan diri dari makanan, minuman, seks dan tindakan tidak bermoral dari matahari terbit sampai terbenam. Ini adalah salah satu praktik Muslim yang paling penting  dalam menjalankan lima Rukun Islam.

Pada bulan Ramadhan, berpuasa dan menjalankan kewajiban Islam lainnya menyediakan kerangka hidup seorang Muslim.

Namun berbeda dengan nilai-nilai Islam, Negara Islam dan kelompok teroris lainnya di dunia, seperti al-Shabab di Somalia, menggunakan bulan suci untuk menyerukan lebih banyak kekerasan terhadap Barat dan negara-negara Muslim lainnya dengan menyerang orang-orang yang tidak berdosa dan warga sipil.

“Iman kita, iman Islam, mewajibkan kita untuk mengikuti pesan toleransi, koeksistensi, dan secara terbuka mengutuk kekerasan, ekstremisme, segala bentuknya,” katanya, mengutip VOAnews, Senin (29/5/2017).

Advertisement