Petani di Rokan Hulu Merugi Hingga Puluhan Juta Rupiah

Ilustrasi/PikiranRakyat.com

ROKANHULU — Petani di empat Kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) merugi puluhan juta. Penyebabnya bibit kedelai bantuan dari APBN 2015 yang disalurkan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Rohul, Riau ternyata bibit usang dan tak terpakai.

Gagalnya proyek penanaman bibit kedelai yang dibiayai dari dana APBN ini dialami di empat Kecamatan, Kecamatan RambahRambah, Kecamatan Rambah Samo, kecamatan Rambah Hilir dan Bangun Purba. Bibit kedelai yang diterima oleh petani di empat kecamatan ini tak mau tumbuh, meski sudah ditaman, dirawat sebagaimana petunjuk dari dinas terkait.
Tidak tumbuhnya bibit kedelai yang didatangkan dari Balai Benih Serifikasi Sukoharjo, Jawa Tengah itu, dialami oleh kelompok Tani lima desa di kecamatan Rambah Samo, yakni, desa Rambah Samo,  Langkitin,  Rambah Utama,  Mazda Makmur dan Karya Mulya.

Selain itu, tidak tumbuhnya bibit kedelai bantuan itu juga terjadi di Dua Desa di kecamatan Rambah Hilir, yakni desa Surombou Indah dan Rambah Hilir Timur. Serta satu desa di Kecamatan Bangun Purba, yakni Desa Bangun Purba Timur Jaya.

‘’Rata rata tiap desa desa tersebut mendapatkan program kedelai berkisar antara 10 Hektar sampai 25 Hektar,’’ kata Wailid, salah seorang ketua Kelompok Tani kepada Pekanbaru MX, seperti diberitakan JPNN, Senin (25/4).

Akibatnya, ratusan petani kedelai di beberapa desa itu kecewa berat, karena selain sudah menunggu selama sebulan, ternyata bibit kedelai yang katanya benih unggul, justru kerdil, bahkan tidak tumbuh sama sekali.

Petani menyatakan mengalami kerugian mencapai puluhan juta  per petani, karena sudah mengolah lahan, penyemprotan dan penanaman. Sementara bantuan pemerintah hanya berupa benih kedelai saja.

Sementara itu, hasil uji laboratorium sampel yang dilakukan Balai Benih Serifikasi Propinsi (BBSP) Riau terhadap bibit kedelai yang tidak bagus di Menaming beberapa waktu lalu, sampai saat ini belum diketahui hasilnya.

‘’Kita masih menunggu hasil uji sample laboratorium BBSP atas benih kedelai yang kurang bagus di Menaming itu,’’ kata Kadis Pertanian Rohul, Mubrizal melalui Kabid Tanaman Pangan, Um Zakirman.

Advertisement