BALI – Kepala otoritas bandara wilayah Bali-Nusa Tenggara, Herson mengatakan jika Pilot pesawat Lion Air jenis Boeing 737 MAX rute Bali-Jakarta sempat menyampaikan permintaan return to base (RTB) karena adanya masalah teknis.
Permintaan RTB tersebut, katanya, disampaikan sang pilot beberapa menit setelah lepas-landas dari Ngurah Rai. Namun masalahnya teratasi dan memutuskan untuk meneruskan perjalanan ke Cengkareng.
Beberapa jam kemudian, pesawat tersebut jatuh dan menewaskan 189 orang penumpang dan kru, untuk rute Cengkareng-Pangkal Pinang.
“Sang kapten sendiri cukup percaya diri untuk terbang dari Denpasar ke Jakarta,” kata Herson, dilansir Republika, Jumat (2/11/2018).
Sebelumnya Dirut Lion Air Group Edward Sirait mengakui adanya masalah teknis pada penerbangan Denpasar-Jakarta tetapi dia menyatakan masalah tersebut telah diselesaikan sesuai prosedur.





