MENTAWAI – Gempa bumi magnitudo 7,3 mengguncang Kabupaten Kepulauan Mentawai Pada Selasa (25/4/2023) dini hari.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menyebut gempa ini membuat potensi gempa 8,9 magnitudo di zona megathrust segmen Mentawai-Siberut yang diprediksi para ahli belakangan sedikit berkurang.
“Seperti kita ketahui sejak tahun 2016, di zona ini sudah sering kali terjadi gempa berkekuatan di atas 6 (magnitudo) ya, sehingga tentu saja konsentrasi energi yang tersimpan itu sedikit banyak sudah berkurang,” ujar Daryono.
Namun demikian, Daryono mengatakan, tidak mudah menghitung secara pasti pengurangan potensi gempa tersebut. Hal ini karena ketidakpastian hitungan ini cukup besar.
Akan tetapi kata dia, banyaknya gempa yang terjadi di zona tersebut tersebut dengan kekuatan di atas magnitudo 6 membuat potensi gempa sudah tidak lagi dengan kekuatan 8,9 magnitudo.
“Untuk menghitung secara absolut itu tidak mudah ya dan tidak bisa dihitung dengan nilai yang pasti, karena ketidakpastian hitungan ini cukup besar. Tetapi yang pasti dengan banyaknya gempa berkekuatan 6 maka potensi itu sudah tidak lagi 8,9,” ujar Daryono.
Daryono menambahkan, gempa yang terjadi Selasa dini hari tadi merupakan rangkaian gempa signifikan yang telah terjadi sejak tahun 2016, 2018 dan 2019. Kedepannya diperkirakan masih terus terjadi gempa berkekuatan di atas 6 magnitudo.
Diketahui gempa bumi berskala magnitudo 7.3 telah terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa (25/4) pada pukul 03.00 WIB. Gempa yang berpusat di 0.93 LS dan 98.39 BT pada kedalaman 84 kilometer itu sempat diikuti dengan peringatan dini tsunami, yang kemudian diakhiri pada pukul 05.17 WIB oleh BMKG.




