
MEDAN – Kamera CCTV berhasil merekam aksi oknum TNI AU di Sari Rejo, Medan Polonia, Medan, Senin (15/8/2016) sore, yang tengah memukuli warga di jalan, juga warga yang sedang berada di area masjid karena bentrokan akibat sengketa lahan.
Republika melansir, CCTV tersebut merupakan kamera yang terpasang di Masjid Al Hasanah, Jalan Teratai, Sari Rejo. Dalam rekaman itu, tampak jelas berbagai tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum TNI terhadap warga sipil.
Kamera berdurasi 1 jam 24 menit itu memperlihatkan warga yang berlarian saat puluhan tentara masuk ke jalan di depan masjid. Aksi saling lempar batu pun terjadi. Satu di antara empat tentara yang terlihat membawa senjata laras panjang bahkan mengarahkan moncong senjata ke arah warga dan meletuskan tembakan.
Diperlihatkan juga para jamaah masjid yang baru selesai shalat Ashar langsung berhamburan, diantaranya tampak seorang perempuan yang mengenakan mukenah putih berlari dari dalam masjid.
Kemudian pada pukul 16.17 WIB, seorang laki-laki paruh baya yang merupakan anggota jamaah tampak ditarik dari dalam halaman masjid. Pria berkopiah putih itu ditarik oleh seorang oknum TNI. Kerah baju bagian belakangnya ditarik layaknya seseorang mengangkat seekor kucing.
Pada pukul 16.19 WIB, seorang warga yang dihujani pukulan dengan pentungan dan kayu tampak berlari menyelamatkan diri ke halaman masjid. Para prajurit TNI pun sempat hendak mengejarnya ke dalam halaman. Namun, satu di antaranya berusaha menghalau tindakan rekan-rekannya tersebut.
Atas aksi brutalnya, seorang warga, Erma, berkomentar, “Kelewatan aparat ini. Di situ azan berkumandang, di situ AURI berkumpul di masjid itu,” ujar Erma.
Erma juga mengaku nyaris menjadi korban pemukulan yang dilakukan prajurit TNI AU. Beruntung, warga langsung menyelamatkan perempuan berkerudung ini.
“Masa muazin masjid itu juga dibawa, diseret-seret. Muazin itu yang ngumumkan biar warga berkumpul, rapatkan barisan,” kata warga Jalan Antariksa itu.
Aksi kekerasan diketahui terjadi karena bentrokan yang terjadi pada akibat sengketa lahan antara warga Sari Rejo dengan TNI AU.
Sementara itu Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Soewondo Mayor Sus Jhoni Tarigan mengklaim, anggotanya juga menjadi korban dalam kericuhan tersebut.
“Masyarakat juga ada yang lempar batu, ada anggota kita yang kena. Anggota saya ada yang bocor. Saya lihat sendiri,” kata Jhoni saat mengunjungi korban di RSU Mitra Sejati Medan, Senin (15/8) sore.
Jhoni menjelaskan, awalnya, pihaknya mengamankan warga yang termasuk massa aksi untuk dimintai keterangan. Usai proses tersebut selesai, mereka dipulangkan ke rumah mereka masing-masing lagi. Pihaknya pun telah merancang pertemuan untuk menuntaskan persoalan tersebut.
“Dari pihak pengunjuk rasa setelah dilepaskan kami minta mereka bubar, tapi ternyata tidak. Justru mengganggu jalanan,” ujar dia.
“Kami sampaikan untuk bubar, tapi mereka bersikeras. Antara masyarakat dengan yang mengadang jalan hampir bentrok. Kita bubarkan massa supaya jalan bisa digunakan masyarakat umum kembali,” tambahnya.




