Presiden Venzuela Dikecam Gunakan Lagu ‘Despacito’ dalam Kampanyenya

Luis Fonsi and Daddy Yankee penyanyi Despacito kecam Maduro bawakan lagunya dalam kampanye/ AP

VENEZUELA – Nicolas Maduro, presiden Venezuela, menuai kritik karena menggunakan lagu yang tengah hits di dunia, Despacito, untuk mempropaganda masyarakat memilih Majelis Konstituante.

Sebuah remix dari Despacito telah dinyanyikan dalam kampanye Maduro untuk pemilihan hari Minggu ini, yang akan memilih sebuah “majelis konstituen” untuk merombak konstitusi di atas kepala parlemen yang dikuasai oposisi.

Bintang Puerto Rico yang tak lain penyanyi “Despacito”,  Luis Fonsi dan Daddy Yankee dengan marah mencela penggunaan lagu “ilegal”, remix Chavista yang dimainkan di acara TV Maduro akhir pekan lalu saat para pendukung pemerintah berdansa mengikutinya.

Mereka mengaku tidak ingin lagunya diperdengarkan untuk kepentingan politik. Fonsi menulis di media sosial,  “Saya  tidak memberi kuasa, penggunaan atau perubahan lirik Despacito untuk kepentingan politik, dan apalagi di tengah situasi menyedihkan yang dialami oleh Venezuela, sebuah negara yang saya sangat suka,” ungkapnya.

“Musik saya adalah untuk semua orang yang ingin mendengarkannya dan menikmatinya, tidak digunakan sebagai propaganda yang mencoba memanipulasi kehendak orang-orang yang menangis karena kebebasan mereka,” tambahnya lagi, seperti dilansir Telegraph.

Maduro telah mengabaikan kutukan internasional atas majelis konstituen, yang menurut para kritikus merupakan perebutan kekuasaan yang ditujukan untuk menghindari Majelis Nasional yang dipimpin oposisi.

Venezuela sempat membara dimana jutaan penduduknya  telah melakukan demonstrasi selama beberapa bulan melawan Maduro,dan sekitar 100 orang tewas dalam kerusuhan tersebut.

Advertisement