Puluhan Ibu Hamil di Tulungagung Terinfeksi HIV/AIDS

Ilustrasi

TULUNGAGUNG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mencatat ada 25 orang ibu hamil yang terinfeksi HIV/AIDS, dan 14 orang telah melahirkan sehingga sisa 11 orang ibu hamil yang saat ini perkembangan kondisi kesehatannya terus dalam pantauan.

“Data sebelumnya ada 25 ODHA yang hamil, tapi yang 14 sudah melahirkan,” kata Kasi Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Didik Eka di Tulungagung, Rabu (2/11/2016).

Meski demikian 14 anak yang lahir dari ibu penderita ODHA belum semuanya tedeteksi HIV/AIDS, sebab menurut dia, bayi yang lahir dari ibu penderita ODHA bisa dilakukan pemeriksaan setelah bayi berusia 18 bulan.

“Sesuai SOP (standart operational procedure) penanganan medis terhadap balita diduga tertular HIV/AIDS, tes atau pemeriksaan baru bisa dilakukan minimal saat bayi berusia 18 bulan,” katanya.

Didik menambahkan, seiring adanya program pemerintah berupa “early infant diagnosis” (EID), bayi yang lahir dari ibu ODHA bisa dilakukan tes diusia enam pekan.

“Nanti kami ambil darahnya untuk dikirim ke Surabaya secara gratis. Rencana September dan Oktober ini sebanyak 10 bayi terlebih dahulu, kemudian empat bayi lainnya menyusul,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Data Dinkes Tulungagung mencatat sejak Januari hingga Oktober 2016 tercatat penderita HIV/AIDS sebanyak 210 kasus. Mayoritas masih tetap jenis kelamin laki laki sekitar 60 persen sisanya perempuan.

Sedangkan untuk kategori usia masih pada usia produktif, yakni usia 20–50 tahun, dimana dari segi pekerjaan yang paling banyak karyawan laki laki, menularkan pada ibu rumah tangga, disusul pekerja sek kanyak omersial (PSK) dan terakhir tenaga kerja Indonesia (TKI).

Advertisement