YOGYAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, menyatakan, sebanyak 20 kecamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) rawan mengalami bencana kekeringan meteorologis di penghujung musim kemarau.
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Yogyakarta, Djoko Budiono mengemukakan, potensi kekeringan tertinggi ada di Kecamatan Dlingo, Bantul, Imogiri, Piyungan, Sedayu, Sewon (Kabupaten Bantul), Gedangsari, Panggang, Patuk, Playen, Ponjong, Purwosari, Tanjungsari (Gunung Kidul), Kalibawang, Nanggulan, Samigaluh, Temon (Kulon Progo), Berbah, Minggir, dan Ngemplak (Sleman).
“Di sejumlah wilayah itu telah terjadi hari tanpa hujan lebih dari dua bulan,” katanya.
Menurut dia, kekeringan meteorologis merupakan berkurangnya curah hujan dari keadaan normal dalam jangka waktu yang panjang bisa berlangsung bulanan, dua bulanan, hingga tiga bulanan, dan pihaknya sudah mengeluarkan peringatan dini.
Karena puncak musim kemarau masih berlangsung, ia mengimbau masyarakat mulai melakukan upaya antisipasi dengan berhemat air.
“Masyarakat agar menjaga kesehatan serta menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran lahan,” kata Djoko, dilansir Antara, Jumat (24/8/2018).





