SIMALUNGUN – Angin puting beliung menerjang Kabupaten Simalungun dan menyebabkan puluhan rumah rusak, serta pohon-pohon dan baliho bertumbangan di Pematang Raya, pada Rabu (5/7/2017) Sore.
Mudahalam Purba selaku Kepala BPBD Simalungun menyebut pihaknya masih terus melakukan pendataan dan peninjauan rumah penduduk mana saja yang terkena bencana angin puting beliung.
Pihaknya juga telah meminta Camat Raya untuk segera melakukan pendataan kepada seluruh masyarakat yang ada di Pematang Raya yang terkena angin puting beliung.
Selain itu juga pihaknya, terus melakukan koordinasi dengan dinas sosial untuk segera memberikan bantuan kepada masyarakat.
“Proses pendataan adalah langkah paling pertama yang bisa dilakukan, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui rumah masyarakat mana saja yang rusak akibat angin puting beliung,” bebernya lagi.
Dirinya menghimbau kepada masyarakat agar segera melapor kepada pangulu (kepala desa) sehingga akan mempermudah dalam melakukan pendataan selain itu Pemerintahan Kabupaten Simalungun meminta agar masyarakat untuk segera keluar dari tempat tinggal apabila angin puting beliung datang.
Sementara itu, Camat Pematang Raya Agustina Simanjorang mengatakan bencana angin puting beliung di Pematang Raya paling banyak terjadi di Kelurahan Sondi Raya dan Kelurahan Pematang Raya.
“Akibat angin puting beliung, banyak pohon bertumbangan, rumah atap warga juga terbang, serta kabel listrik banyak yang putus. Untuk kabel listrik kita sudah berkoordinasi dengan pihak PLN,” bebernya.
Selain itu untuk baliho pihaknya juga meminta bantuan kepada BNPB serta pihak keamanan untuk segera mengatasi persoalan baliho yang berjatuhan akibat angin puting beliung.
“Untuk jumlah berapa rumah yang rusak, masih dilakukan pendataan hingga kini namun yang pasti untuk Kecamatan Pematang Raya terdiri 17 Nagori dan 5 kelurahan,” ucapnya, mengutip Tribun Medan, Kamis (6/7/2017).





