Rapid Test di Stasiun Bogor dan Bojong Gede, 15 Orang Reaktif

Ilustrasi rapid test/ bisnis.com

 

BOGOR – Sebanyak 15 orang dari 857 penumpang KRL di Stasiun Bogor dan Bojong Gede yang menjalani rapid test hasilnya reaktif COVID-19.

Koordinator Sub Divisi Pengawasan Massa dan Penegakan Aturan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Dedi Taufik Kurrohman mengatakan mereka yang reaktif langsung melaksanakan swab test.

“Pemeriksaan sampel ada yang dilakukan di Labkesda Jabar, ada juga yang diperiksa di mobil PCR,” kata Dedi Taufik, Sabtu.

Hasil tersebut diperoleh seusai Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) menggelar tes masif bagi pelaku perjalanan di Stasiun Bogor dan Bojong Gede dan Gugus tugas provinsi menyediakan sekitar 1.000 hingga 1.500 rapid test dan swab test.

Dedi menyatakan, tes masif efektif menyaring pelaku perjalanan yang masuk Jabar, untuk cegah munculnya kasus impor (imported case).

Namun, kata ia, menumbuhkan kedisiplinan pelaku perjalanan menerapkan protokol kesehatan amat krusial dalam penanganan COVID-19 di Jabar.

“Kedisiplinan dan kewaspadaan harus tetap kami tingkatkan. Produktivitas kami tingkatkan, tetapi tingkat kewaspadaan dan kedisiplinan perlu melalui protokol kesehatan,” ujarnya, dikutip Antara.

BOGOR – Sebanyak 15 orang dari 857 penumpang KRL di Stasiun Bogor dan Bojong Gede yang menjalani rapid test hasilnya reaktif COVID-19.

Koordinator Sub Divisi Pengawasan Massa dan Penegakan Aturan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Dedi Taufik Kurrohman mengatakan mereka yang reaktif langsung melaksanakan swab test.

“Pemeriksaan sampel ada yang dilakukan di Labkesda Jabar, ada juga yang diperiksa di mobil PCR,” kata Dedi Taufik, Sabtu.

Hasil tersebut diperoleh seusai Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) menggelar tes masif bagi pelaku perjalanan di Stasiun Bogor dan Bojong Gede dan Gugus tugas provinsi menyediakan sekitar 1.000 hingga 1.500 rapid test dan swab test.

Dedi menyatakan, tes masif efektif menyaring pelaku perjalanan yang masuk Jabar, untuk cegah munculnya kasus impor (imported case).

Namun, kata ia, menumbuhkan kedisiplinan pelaku perjalanan menerapkan protokol kesehatan amat krusial dalam penanganan COVID-19 di Jabar.

“Kedisiplinan dan kewaspadaan harus tetap kami tingkatkan. Produktivitas kami tingkatkan, tetapi tingkat kewaspadaan dan kedisiplinan perlu melalui protokol kesehatan,” ujarnya, dikutip Antara.

Advertisement