
LOMBOK – Sebanyak 400 insinyur muda yang merupakan calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2017 ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan ditugaskan menjadi pendamping masyarakat dalam membangun rumah tahan gempa.
Mereka diberangkatkan secara bertahap mulai Kamis, 30 Agustus 2018 dengan menggunakan pesawat Hercules milik TNI.
“Prinsipnya adalah build back better. Mereka akan dilatih satu sampai dua hari mengenai rumah tahan gempa yakni Risha yang merupakan hasil inovasi Balitbang Kementerian PUPR sebelum disebar ke berbagai lokasi di NTB khususnya Pulau Lombok,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dikutip Republika.
Ia menambahkan, di Lombok saat ini sudah ada aplikator Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang akan mengajarkan cara membuat dan merakit Risha. Di sana juga sudah terdapat rumah contoh yang dibangun serta cetakan beton modular yang bida digunakan.
Perbaikan rumah akan dimulai pada 1 September 2018 dan sesuai arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla ditargetkan selesai dalam waktu enam bulan sehingga NTB bisa bangkit kembali lebih cepat.
Rehab rekon rumah yang rusak akan dilakukan oleh masyarakat secara gotong royong, dengan pendampingan dari tenaga fasilitator. Rumah harus dibangun dengan kualitas yang lebih baik, mampu menahan guncangan gempa karena potensi gempa terjadi di masa mendatang tetap ada.




