NGANJUK – Sedikitnya 400 kepala keluarga (KK) di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, kesulitan air bersih, setelah longsor melanda wilayah setempat.
Krisis air bersih diakibatkan pipa saluran air yang ikut rusak karena longsor. “Karena pipanya rusak, secara otomatis pipa tidak lagi berfungsi sebagai pendistribusi air ke rumah warga,” kata Sriatin, salah satu warga, Selasa (11/4/2017), dilansir beritajatim.
Ia dan warga terpaksa harus turun ke bawah mengambil air ke sendang (sungai, red) yang lokasinya berjarak 1 kilometer dari pemukiman rumah warga.
Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Dlopo, pada Minggu sekitar pukul 14.00 WIB. Lahan yang longsor sekitar 3 hektar dan keseluruhan daerah yang rawan sekitar 7 hektar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk memperkirakan lima orang menjadi korban tanah longsor.
Satu korban petani bernama Paidi (50) warga Desa Dusun Njati, Desa Blongko, Kecamatan Ngetos. Sementara empat korban remaja antara lain Doni (22), Bayu (15), Dwi (15) dan Koderi (18) keempatnya warga Desa Sumberbendo.





