Ratusan Orang Masih Hilang Akibat Longsor Sierra Leone

pemakaman korban longsor Sierra Leone dihadiri Presiden Koroma/ Reuters

SIERRA LEONE – Pemakaman massal kembali dilakukan pada hari Kamis (17/8/2017) untuk 300 orang yang tewas di tanah longsor Sierra Leone,  sementara pencarian untuk ratusan orang lainnya yang diyakini masih terkubur masih terus dilakukan.

Dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Presiden Ernest Bai Koroma, peti mati kayu diturunkan ke kuburan yang digali di sebuah pemakaman di Waterloo, karena negara tersebut mencoba untuk mulai bangkit dari salah satu bencana banjir terburuk di Afrika.

Sedikitnya 400 orang tewas pada hari Senin saat arus lumpur menerjang rumah-rumah di ujung Freetown. Seratus lima puluh sudah dikuburkan. Secara total, Palang Merah mengatakan sekitar 600 orang hilang.

“Hari ini adalah saat menyedihkan bagi rekan-rekan kami yang telah mengalami kematian tragis,”  ungkap Koroma. Koroma mengatakan kepada para pelayat, mengingatkan pada epidemi Ebola 2014-16, yang menewaskan 4.000 orang di bekas koloni Inggris tersebut. Banyak yang dibunuh oleh Ebola dimakamkan di pemakaman yang sama.

Sementara itu, pencarian jenazah yang tersisa diintensifkan di lokasi lumpur karena agen bantuan memperingatkan bahwa jenazah  yang terjebak dalam lumpur cenderung mencemari sumber air dan menyebabkan wabah penyakit.

“Topografi daerah ini tidak mudah dijangkau, tapi karena militer kita terus maju,” kata Kolonel Abu Bakarr Bah, yang memimpin tim pencarian, dilansir Reuters.


Advertisement