Jakarta-Kementerian Luar Negeri RI menyambut baik keputusan Majelis Umum PBB menetapkan Antonio Guterres sebagai Sekretaris Jenderal PBB yang baru.
Berdasarkan keterangan resmi Kemlu RI, Jumat (14/10), Indonesia berharap terpilihnya mantan Perdana Menteri Portugal ini sebagai sekjen PBB baru dapat meningkatkan independensi, akuntabilitas, dan integritas PBB sebagai organisasi pemersatu bangsa-bangsa.
Guterres diharapkan dapat mengadopsi pendekatan baru dalam penanganan isu-isu global khususnya penyelesaian dan pencegahan konflik serta krisis kemanusiaan.
“[Indonesia] sebagai negara yang mendukung dan percaya pada kinerja PBB berharap Guterres dapat menjalankan mandat dan tugasnya sesuai dengan Piagam PBB. Serta menempatkan pencegahan konflik sebagai agenda utama PBB menjaga perdamaian dan ketertiban dunia,” demikian kutipan keterangan resmi Kemlu pada Jumat (14/10).
Guteres diharapkan mampu mendorong implementasi agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tahun 2030, Addis Ababa Action Agenda, dan Persetujuan Paris mengenai perubahan iklim melalui dukungan advokasi dan kemitraan antar negara anggota PBB yang lebih erat lagi.
Selain itu, Indonesia juga berharap Guterres dapat mendorong reformasi sekretariat PBB guna meningkatkan akuntabilitas dan efektifitas dalam mendorong negara anggota mengimplementasikan komitmen-komitmen yang ada terhadap agenda global.
“Indonesia siap bekerja sama dengan Guterres, Sekjen PBB baru dalam menjaga perdamaian dan ketertiban dunia sesuai dengan UUD 1945,”
Guterres resmi ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal PBB baru menggantikan Ban Ki-Moon yang akan lengser pada akhir 2016 mendatang. Dewan Keamanan PBB sepakat mengusung Guterres sebagai Sekjen PBB baru terhitung 1 Januari 2017 nanti.





