Ribuan Rumah di Bojonegoro Terisolir Akibat Banjir

ilustrasi/ist

Bojonegoro– Sebanyak 3.875 rumah di Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro terisolir akibat luapan banjir Sungai Bengawan Solo.
Sampai Sabtu (3/12/2016) tinggi luapan air di wilayah setempat sudah mencapai satu meter lebih.

Warga yang terisolir tidak mau dievakuasi dan masih bertahan di rumah masing-masing. Banjir luapan itu sudah mulai sejak tiga hari lalu. “Mereka tidak mau diungsikan,” kata Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro, Sukirno diberitakan Beritajatim Sabtu (3/12).

Luapan air Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Baureno menggenangi sejumlah desa. Diantaranya, Desa Lebak Sari, Kadugrejo, Pucangarum, dan Kauman, desa tersebut berbatasan dengan Kecamatan Kanor.

Akses satu-satunya dari Desa Baureno kearah desa tersebut hanya bisa dilalui dari Jalan Desa Bumi Ayu. Dari jalan desa tersebut juga menjadi akses menuju ke Desa Tanggungan dan Kalisari yang tembus ke Kecamatan Babat.

“Luapan Bengawan Solo menggenangi sawah, dan memutus jalur utama warga. Beberapa desa yang terisolir,” ujar PJ Lebaksari, Kecamatan Baureno, Susilomarto.

Sementara lahan pertanian yang terendam banjir itu saat ini sedang ditanami padi. Padi tersebut rata-rata baru berusia satu bulan. Akibat luapan banjir ini, diprediksi tanaman padi tersebut mati

Advertisement