YAMAN – Ribuan warga sipil Yaman terperangkap di pinggiran selatan pelabuhan Laut Merah Hodeidah, ditengah wacana seruan gencatan senjata yang akan diberlakukan diantara pihak yang bertikai.
Pemberontak dan pejabat pemerintah melaporkan pertempuran sengit terjadi pada Senin (5/11/2018), di dekat kota pelabuhan barat.
“Semua orang yang tinggal di antara bandara dan universitas terperangkap, empat hari terakhir sangat sulit, melampaui tingkat bencana,” kata Isaac Ooko, manajer area Hodeidah untuk Dewan Pengungsi Norwegia, kepada kantor berita Reuters.
“Serangan udara sangat intens dan melayangnya jet menyebabkan kegelisahan. Hodeidah telah menjadi kota hantu, orang tinggal di dalam rumah dan jalanan sepi.”
Sementara para pejabat militer Yaman mengatakan kepada AFP bahwa pasukan pemerintah yang didukung oleh koalisi militer Saudi-UAE yang didukung AS maju ke Hashidah dan menempatkan diri di sekitar utara dan selatan kota itu dalam upaya untuk menguasai dan memblokir rute pasokan utama pemberontak.
Para pejabat mengatakan koalisi mengirim jet tempur dan helikopter serang Apache pada Senin pagi untuk mendukung pasukan darat.
Menurut pejabat medis setempat, setidaknya 74 pemberontak dan 15 tentara pro-pemerintah tewas dalam pertempuran dalam 24 jam terakhir.




