JAKARTA – Rudal balistik yang ditembakkan Korea Utara (Korut) dari kapal selam pada hari Rabu (24/8/16) pukul 05.30 waktu setempat, untuk pertama kalinya masuk ke zona pertahanan udara Jepang. Hal ini memancing kemarahan dan kecaman dari otoritas Jepang.
kepada Reuters, Rabu (24/8/16), sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, menyebut proyektil yang diluncurkan Korut mengudara hingga mencapai zona identifikasi pertahanan udara Jepang atau ADIZ sejauh 500 kilometer. ADIZ adalah zona yang dikuasai negara bersangkutan, demi mempertahankan keamanan wilayah udara.
Selain Jepang, reaksi keras juga muncul dari negara-negara tetangga Korut, seperti Tiongkok, Korsel dan Amerika Serikat (AS). Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengecam peluncuran rudal balistik itu dengan menyebutnya sebagai aksi sembrono.
“Ini memberikan ancaman besar bagi keamanan Jepang, dan merupakan aksi yang tidak bisa dimaafkan yang telah merusak perdamaian dan stabilitas kawasan ,” tegas PM Abe.
PM Abe menambahkan, Jepang telah mengajukan protes keras kepada Korut atas peluncuran rudal balistik hingga ke zona pertahanan udaranya itu.




