SIGI – Jenazah seorang ibu rumah tangga di Desa Wawujai, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi, Niana,terpaksa dibawa menggunakan sepeda motor karena tidak ada mobil dan ambulans yang mampu menembus desa tujuan.
Aksi angkut jenazah menggunakan sepeda motor tersebut juga dibantu personel Bhabinkamtibmas Polres Sigi, yakni diboncenh oleh Bripka Rizal.
Rizal dibantu tiga petugas bhabinkamtibmas lain. Yakni Brigadir Yani Soelo, Bripka Nyoman Suyasa, dan Briptu Ahmad Dedi Utomo. Lokasi tujuan adalah Desa Wawujai, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi.
Ilustrasi polisi
“Mereka mengantarkan jenazah sampai ke rumah duka,” ungkap Kapolres Sigi AKBP Agung Kurniawan saat ditemui Radar Sulteng.Kapolres menjelaskan, akses menuju desa tersebut hanya bisa dilalui satu sepeda motor. Dibutuhkan waktu berjam-jam untuk bisa tiba di lokasi tersebut.
Bripka Rizal menceritakan, jenazah Niana sudah satu malam menginap di Puskesmas Dombu. Semula, pihak keluarga berencana mencari tukang ojek untuk membawa jenazah Niana. Namun, tidak ada ojek yang bersedia. Karena itu, Bripka Rizal berinisiatif membawa janazah tersebut dengan menggunakan motor dinasnya.
Dia mengisahkan, perjalanan menuju Desa Wawujai terbilang sulit. Sebab, medan yang ditempuh cukup terjal. Perjalanan bertambah berat karena terhambat sejumlah pohon tumbang.
“Kurang lebih ada tiga titik pohon tumbang di jalan. Namun, berkat bantuan masyarakat yang ikut mengantar, semua bisa diatasi bersama,” terang Bripka Rizal yang merupakan mantan anggota Bhabinkamtibmas Kacamatan Pipikoro.
Setelah dibantu warga setempat, Bripka Rizal berhasil mengantar jenazah ke rumah duka. Jenazah disambut pihak keluarga dan segera dimakamkan. “Kami berangkat pukul 11.00 Wita. Tiba di sana kurang lebih pukul 15.00, Minggu (4/3/2018),” terangnya.
Sementara itu Niana meninggal karena keracunan minuman. Dia sempat dirawat di Rumah Sakit Tora Belo Sigi. Namun, karena racun rumput yang diminum terlalu banyak, nyawanya tidak tertolong.





