SERANG – Sarbini (52) dan 12 anaknya terpaksa harus tinggal di bekas kandang kambing yang berada di Kampung Palembangan, Desa Dukuh, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang setelah rumahnya hancur diterjang banjir lima tahun lalu.
Sehari-harinya, kemiskinan membuat mereka harus bertahan di rumah berukuran 3×2 meter bekas kandang kambing itu sebab ia tidak mampu untuk menyewa rumah apalagi membangun rumah yang layak.
“Saya ngasuh anak saja, kalo ada kerja ya kerja, kalo tidak ada ya ngasuh, saya tinggal di sini sudah lama belum ada bantuan besar tapi, pernah ada waktu rumah pertama kali roboh di kasih Rp 1.200.000,” jelas Sarbini, Selasa (1/8/2017), dikutip Banten Hits.
Sarbini yang memiliki 12 anak yang berusia dari 4 tahun hingga 26 tahun. Selain tinggal di tempat yang tak layak, kemiskinan juga membuat anak-anaknya itu tidak ada satupun yang pernah merasakan bangku pendidikan, bahkan beberapa diantara mereka tidak bisa baca tulis atau buta huruf.
Sarbini harus menghidupi anak-anaknya seorang diri setelah istrinya meninggal dunia. Siti Mutiara, salah satu anak perempuan Sarbini mengaku sangat ingin bersekolah sejak ditinggal oleh ibunya yang meninggal dua tahun yang lalu. Ia pun kini mengisi waktu sehari harinya dengan mengasuh tiga adiknya.
“Saya tidak tega, bagaimana lagi bapak saya hanya bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu, tidak bisa berbuat banyak karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja  kesulitan,” pungkasnya.





