SIGI – Korban bencana alam banjir bandang di dua kecamatan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, hingga kini masih membutuhkan bantuan logistik.
Nurdin, seorang warga di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Jumat (17/5/2019), mengatakan dirinya berharap bantuan dari pemerintah dan pihak-pihak yang peduli kemanusiaan.
Bersama empat anaknya, dia mengaku tidak lagi memiliki rumah karena telah diterjang banjir bandang. Untuk sementara ini, katanya terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian dengan kondisi memprihatinkan, terutama saat datang hujan dipastikan mereka terusik.
“Semua harta benda dalam rumah habis terkubur lumpur,” kata dia.
Hal senada juga disampaikan Murni, seorang warga korban banjir bandang di Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi. Ia juga mengatakan tidak lagi memiliki rumah, karena telah diterjang banjir pada beberapa waktu lalu. “Saya juga saat ini tinggal bersama beberapa warga lainnya di tenda darurat,” ujarnya, dilansir Antara.
Banjir bandang yang melanda dua kecamatan di Kabupaten Sigi beberapa waktu lalu tersebut sempat memutuskan akses jalan yang menghubungkan Kota Palu dengan sejumlah wilayah di Kabupaten Sigi.
Jalan antara Desa Saluki dan Desa Tuva putus total diterjang banjir bandang yang memporak-porandakan sejumlah desa di dua kecamatan yakni Gumbasa dan Dolo Selatan.





