Rusia dan Korut Makin Mesra

Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Korut Kim Jong un. Rusia dan Korut makin akrab terutama dukung-mendukung Perang di Ukraina.

RELASIĀ  Rusia dan sekutunya, Korea Utara makin akrab akhir-akhir ini di tengah kecurigaan Barat terutama Amerika Serikat khususnya terkait kerjasama keduanya dalam Perang di Ukraina.

Menlu Rusia Sergey Lavrov melawat ke Korut dan bertemu dengan Presiden Korut Kim Jong Un (19/10) selang beberapa hari setelah Amerika Serikat menuding Korut mengirimkan bantuan peralatan militer dan amunisi untuk mendukung perang Rusia melawan Ukraina.

Lavrov memuji Korut yang teguh mendukung Rusia terkait perang dengan Ukraina dan memuji keputusan negara itu mengakui kemerdekaan empat wilayah (Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhia)Ā  yang memisahkan diri dari Ukraina Sept. 2022.

AS menduga, Korut telah memasok persenjataan dan amunisi sebagai imbalan transfer teknologi termasuk persenjataan nuklir Rusia kepada Korut.

AS juga melaporkan dari data penginderaan jarak jauhnya, terjadi peningkatan aktivitas luar biasa angkutan lori dari Korut ke Rusia dan sebelumnya Gedung Putih mensinyalir, Korut sudah mengirimkan 1.000-an kontainer memuat peralatan militer dan amunisi ke Rusia.

Di lain pihak, AS juga mengucurkan bantuan persenjataan kepada Ukraina berupa sistem roket HIMARS, tank tempur Abrams, rudal anti serangan udara Stinger, rudal anti tank Javelin serta sistem rudal ATACSMSĀ  berjangkauan 300 Km yang bisa meningkatkan kemampuan Ukraina untuk melancarkan ofensif.

Pada pertengahan September lalu, Presiden Kim juga melawat ke Rusia dan bertemu Presiden Putin di Kosmodrom atau pusat peluncuranĀ  angkasa luar Vostochny, Rusia timur.

Selama di Rusia, Kim juga mengunjungi pabrik persenjataan, pesawat tempur, sehingga memunculkan spekulasi di negara-negara Barat, petinggi Moskow dan Pyongyang, mereka membahas kerjasama persenjataan termasuk transfer teknologi senjata nuklir.

Kunjungan Menlu Rusia Sergei Lavrov menyusul Menhan Rusia Sergei Soichu sebelumnya pada Jui 2022 ke Pyongyang diduga sebagai pembuka jalan lawatan Presiden Putin ke Korut akhir tahun ini.

Kubu-kubuan antara Barat dan Timur yang mulai reda menjelangĀ  menjelang runtuhnya Uni Soviet pada akhir 1991 agaknya mulai muncul lagi. (AP/AP/Reuters/ns)

 

 

 

 

 

 

Advertisement