Sandera WNI yang Diculik di Perairan Sabah Dibebaskan

Penyerahan kembali Usman Yunus, WNI yang dijadikan sandera di Sulu, Filipina Selatan, kepada pihak keluarga di Jakarta, Kamis (13/12/2018)/ Foto: Kemenlu RI Via Antara

JAKARTA – Seorang WNI yang diculik di Perairan Sabah, Malaysia, kemudian dijadikan sandera di Kepulauan Sulu, Filipina Selatan, berhasil dibebaskan dan diserahkan kepada keluarga.

Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir telah menyerahkan Usman Yunus (35) kepada wakil keluarga yang didatangkan dari Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kepulangan Usman ke Tanah Air didampingi langsung oleh Duta Besar RI untuk Filipina Sonny Sarundajang.

“Pemerintah menggunakan seluruh asetnya untuk membebaskan para sandera. Tetapi situasi di Filipina Selatan akibat darurat militer, membuat upaya harus dilakukan secara sangat hati-hati guna memastikan keselamatan sandera”, ujar Wamenlu Fachir dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Menurutnya Usman dibebaskan pada 7 Desember 2018. Setelah dibebaskan, Usman menjalani proses pemeriksaan kesehatan di RS Angkatan Bersenjata di Jolo, Sulu, Filipina Selatan.

Selanjutnya Usman dibawa ke Manila guna menyelesaikan administrasi keimigrasian untuk pemulangannya ke Tanah Air.

Diketahui Usman bersama dengan satu orang WNI ABK yakni Samsul Saguni (40) diculik oleh kelompok bersenjata di perairan dekat Pulau Gaya, Samporna, Sabah, pada 11 September 2018. Usman disandera selama dua bulan 26 hari.

Sejak 2016 hingga November 2018 sebanyak 34 WNI disandera di Filipina Selatan, sementara  33 orang diantaranya sudah berhasil dibebaskan, demikian dihimpun Antara.

 

Advertisement